BERUSAHA MENGINGAT KEBAIKAN ORANG DAN TETAP BERSILATURAHMI

Perpisahaan Ibu Susi 5

Susy Purwanti atau lebih dikenal dengan panggilan Susy, wanita kelahiran Jakarta 10 Juli 1958 dan mempunyai tiga orang anak serta enam orang cucu ini, pada 01 Agustus 2016 mengakhiri masa purna tugasnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM.

Memasuki masa purna tugas adalah sebuah prestasi tertinggi bagi seorang PNS. Pengabdian dan dedikasi yang tulus kepada Bangsa dan Negara sebagai aparatur pemerintah telah diselesaikan dengan selamat tanpa suatu rintangan yang melintang.

Wanita yang selalu ramah dan murah senyum jika bertemu dengan siapapun ini, mengawali kariernya sebagai  PNS sejak tahun 1978 (38 tahun yang lalu). Karier Susy dalam menjalankan tugasnya selama mejadi PNS berjalan dengan mulus dan baik. Dan diakhir kariernya, Susy Purwanti menjabat sebagai pejabat stuktural eselon IV (Pejabat Pengawas) pada Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM.

Sebelum masa purnatugasnya berakhir, Susy berpamitan kepada semua pegawai Inspektorat Jenderal yang ditemuinya saat itu. Suatu kepribadian yang baik, yang dimiliki oleh seorang Susy Purwanti. Ada rasa haru dan sedih yang mendalam, saat Susy berpamitan kepada teman-teman di lingkungan kerjanya.

Mengingat sekian lama masa pengabdian yang telah dilaluinya, Purnawan Hari (Wawan) sebagai atasan langsungnya, memberikan apresiasi atas kinerja bawahannya tersebut, selama menjalankan tugas terakhir yang diembannya pada bagian umum Sekretariat Inspektorat Jenderal.

Dalam acara yang diadakan secara sederhana dan penuh kekeluargaan melepas purnatugas Susy Purwanti, Jum’at (27/08), Purnawan Hari yang saat itu menjadi Plh. Sekretaris Inspektorat Jenderal mengucapkan rasa terimakasihnya karena telah terbantu dalam hal pekerjaan sehari-hari dan berpesan kepada Susy Purwanti untuk selalu tetap menjaga kesehatan fisik maupun mental.

“Saya atas nama pribadi dan unit kerja Inspektorat Jenderal, mengucapkan rasa terimakasih yang sedalam – dalamnya kepada ibu Susy karena telah membantu kami dengan ikhlas dalam hal pekerjaan, dan saya berpesan semoga ibu Susy dalam menapaki masa pensiun ini bisa tetap amanah dan selalu dalam lindungan Allah SWT “ ucap Wawan.

Perpisahaan Ibu Susi 2 

Begitu pula sebaliknya dengan Susy Purwanti, saat diberikan kesempatan untuk berbicara pada acara yang dilakukan secara sederhana tersebut diantara teman-temannya yang hadir saat itu. Dengan penuh rasa haru dan keakraban, suasana menjadi hening ketika Susy menyampaikan ungkapan isi hatinya.

“Ucapan terimakasih dari saya kepada pa Wawan selaku atasan, dan juga teman-teman yang hadir saat ini serta seluruh pegawai Itjen. Mulai hari Senin nanti (01/08), saya sudah tidak lagi datang ke kantor, karena tugas saya sebagai PNS sudah berakhir. Saya mohon maaf atas segala kesalahan. Namun demikian saya akan selalu mengingat kebaikan teman-teman disini dan akan tetap menjalin hubungan silaturahmi” ujarnya, sambil berlinang air mata menahan keharuan.

Kemudian dalam pesan yang disampaikan Susy kepada orang-orang terdekatnya mengatakan ”Setiap pekerjaan pasti ada suka maupun dukanya. Lakukan pekerjaan itu dengan ikhlas, karena biar bagaimanapun tugas kita adalah melayani” imbuh Susy.

Sementara itu saat diwawancarai oleh tim Humas Itjen, Kepala Bagian Kepegawaian Inspektorat Jenderal M. Mufid, membenarkan bahwa pegawai atas nama susy Purwanti per 01 Agustus 2016, sudah memasuki masa purnatugasnya.

“Berdasarkan data kepegawaian, jumlah pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam tahun 2016 ini memasuki masa pensiunnya sebanyak 12 orang, salah satunya yaitu ibu Susy. Dari 12 orang tersebut, 2 orang diantaranya pensiun karena disebabkan meninggal dunia dan 10 orang lainnya pensiun karena terkait dengan batas usianya” ucap Mufid.

Masa pensiun bukanlah akhir dari sebuah pengabdian bagi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi merupakan anugerah yang harus disyukuri karena telah melewati masa pengabdiannya, setelah sekian puluh tahun mengabdi untuk negara dan bangsa, dan pada saatnya harus kembali pada  masyarakat  dengan pengabdian dalam bentuk lain dan semangat baru.     @humas.itjen

Bu Susi