PENGANGKATAN DAN PENEMPATAN DALAM JABATAN, HARUS DI UJI DAN DI SELEKSI

Untitled 2
Sebanyak 24 orang pegawai Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Hukum dan HAM mengikuti uji kompetensi melalui Computer Assiated Test (CAT). Uji kompetensi tersebut dilakukan di gedung CAT Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Pusat-Jakarta Timur, (24/08).

Pelaksanaan ujian CAT khusus bagi pegawai Itjen dilaksanakan dalam rangka untuk mengisi kekosongan Jabatan Pengawas atau Struktural Eselon IV, karena saat ini ada beberapa pejabat yang sudah memasuki masa purna tugasnya (pensiun).

“Hari ini, dalam rangka untuk mengisi kekosongan jabatan yang ada pada Inspektorat Jenderal, maka kita akan melakukan uji kompetensi melalui CAT, dan hal ini adalah yang pertama kali kita lakukan, untuk mencari sosok pegawai yang mempunyai kemampuan atau kompetensi yang PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif). Dan untuk selanjutnya, akan kita berlakukan sama untuk setiap pengangkatan dan penempatan dalam jabatan yang akan diduduki, baik struktural maupun fungsional” ujar Purnawan Hari, dalam sambutannya saat pembukaan ujian CAT.

Pengangkatan/penempatan Pegawai Negeri Sipil dalam suatu jabatan harus sesuai dengan kompetensi jabatan yang disyaratkan dalam jabatan tersebut, sebagaimana diatur dalam Undang–Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, dalam Pasal 17 ayat (2) bahwa pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja, dan jenjang pangkat yang ditetapkan yang di dudukinya serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras, atau golongan.

IMG 8895

“CAT bukan diartikan sebagai Kucing. CAT dianonimkan dengan Cepat, Akuntabel, dan Transparan. Hasil dari tes CAT nanti dapat langsung dilihat dan dipertanggungjawabkan” ucap Kusprio Murdono, Deputi Mutasi sistem Kepegawaian BKN.

Kemudian ditambahkan lagi oleh Murdono bahwa “Kementerian Hukum dan HAM adalah salah satu instansi yang selalu responsive terhadap pengembangan SDM nya, dan kita juga telah melakukan MOU dengan Kemenkumham”.

Dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan kelancaran penyelenggaraan tugas pembangunan, sosok Pegawai Negeri Sipil yang profesional sangat dibutuhkan.

Profesionalitas seorang Pegawai Negeri Sipil yang ditampilkan melalui kemampuan melayani masyarakat dengan cepat dan berkualitas akan menentukan hasil dari pembangunan yang dilaksanakan sehingga profesionalitas menjadi salah satu pertimbangan penting dalam rangkaian proses evaluasi dan penempatan Pegawai Negeri Sipil, baik pada Jabatan struktural maupun fungsional.

Tujuan dari diselenggarakannya uji kompetensi melaui CAT adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatan, sehingga pegawai negeri sipil tersebut dapat bertanggung jawab dalam menjalankan tugas jabatanya secara profesional, efektif dan efisien. selain itu juga, tujuan lainnya yaitu dalam rangka pembinaan dan pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil di lingkungan kerjanya.    @red/foto : humas.itjen

Untitled 

0