CIPTAKAN PEGAWAI BERINTEGRITAS, ITJEN KEMENKUMHAM ADAKAN WORKSHOP

Slide1

Jakarta, 12 September 2018 - Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Itjen Kemenkumham) menyelenggarakan acara Training of Trainer (ToT) Tunas Integritas Itjen Kemenkumham. Acara training ini dibuka oleh Luluk Ratnaningtyas selaku Sekretaris Inspektorat Jenderal (Sesitjen) Kemenkumham, bertempat di Ruang Auditorium Itjen Kemenkumham Lantai 16, dan dihadiri oleh Para Inspektur Wilayah, Pejabat Fungsional dan Pejabat Struktural di lingkungan Itjen sebanyak 40 peserta, dengan mendatangkan narasumber yang bernama Asep Chaeruloh dan Rian Utama dari Yayasan Indonesia Bahagia Sejahtera.

Dalam acara pagi ini, Luluk juga sekaligus membuka acara ToT Tunas Integritas 2018 yang dilakukan selama tiga hari, dari 12 September s/d 14 September 2018. Acara diawali dengan Laporan dari Joko Martanto, selaku ketua pelaksana. Beliau mengatakan bahwa acara pada pagi hari ini memiliki Anggaran berdasarkan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Tahun 2018.

Selanjutnya sambutan dan pembukaan dari Luluk, beliau menyampaikan tujuan diadakannya pelatihan ini dalam rangka untuk mempercepat ataupun melakukan pencegahan terhadap korupsi. Dengan harapan Kemenkumham sedang mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dalam hal ini Kemenkumham terus berkomitmen melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Dan dalam melakukan upaya ini tentu saja terdapat tantangan yg bersifat internal dan eksternal.

“Kita punya Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), Unit Pelayanan Pengaduan (UPP), dan Whistle Blowing System (WBS), namun kasus korupsi masih seringkali ditemukan, misalnya belum lama terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung,” tegas Luluk.

Harapan Luluk, dengan adanya ToT ini akan ada agen-agen perubahan dan adanya narasumber mampu menyemangati dan mengingatkan kembali apa fungsi keberadaan Itjen Kemenkumham untuk terus berintegritas. Untuk punya integritas harus memiliki komitmen, selain itu harus memiliki konsisten, harus ada pembaharuan, sebagaimana kita tahu korupsi adalah musuh kita bersama. Dan oleh sebab itu Kemenkumham berusaha untuk menciptakan budaya anti korupsi, dan menjadi role model di lingkungan kemenkumham. “Melalui kegiatan ToT diharapkan memiliki output yakni berintegritas tinggi, sadar akan tindakan korupsi dan menghindarinya, integritas punya kriteria, yang pertama ialah jujur, kemudian jangan ambil yang bukan hak kita, dan terakhir mempunyai karakter yang baik,” harap Luluk. Red/Photo: Humas.Itjen

Slide2

Slide3

Slide4