TOT TELAH USAI, SESITJEN HARAPKAN ADA PERUBAHAN

Slide1

Jakarta, 14 September 2018 - Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Itjen Kemenkumham) mengakhiru acara Training of Trainer (ToT) yang diselenggarakan di Auditorium Itjen Kemenkumham Lt.16. ToT pada hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan yang sudah berlangsung selama tiga hari.

Luluk Ratnaningtyas selaku Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Sesitjen) menutup ToT kali ini, ia menyampaikan bahwa Integritas dimulai dari diri kita sendiri, kebersamaan penting dalam membangun komitmen, dan etika ada tunas integritas yang mampu mendorong dan membangun dalam melaksanakan tugas kita sendiri sebagai auditor, ataupun sebagai jajaran di kesekretariatan.

ToT kali ini diawali dengan senam otak yang bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi, meningkatkan daya ingat, dan membantu untuk mampu berfikir lebih cepat. Kemudian dilanjutkan dengan permainan merangkai kata-kata dan menonton film bersama.

Asep Chaeruloh, selaku salah satu Trainer pada ToT ini menyampaikan bahwa terdapat tipe tipe pembelajaran, pertama Low Fun High Content, yang disebut Passive Learning, kedua High Fun High Content, yang disebut Active Learning, ketiga Low Fun Low Content, yang disebut Purposless Instruction, dan terakhir High Fun Low Content, yang disebut Funny Sessions.

“Saya ingin acara ini bisa bersifat High Fun High Content sehingga dapat dimengerti oleh audiens,” ucap Asep.

Terdapat dua pengaruh dalam suatu pelatihan, yang pertama yang menyebabkan suatu materi sulit dipahami oleh peserta (Low Impact) dikarenakan terlalu banyaknya materi yang disampaikan, kurang atau bahkan tidak sama sekali menyentuh alam bawah sadar, tidak bersifat simultan, kurang implementatif, kemudian yang kedua, yang menyebabkan materi mudah dipahami oleh peserta (High Impact) dikarenakan Simple, Akurat, Konsentrasi, Total, dan Implementatif (SAKTI). Disinilah peran dan fungsi Hypo Learning yang mana mampu mengaktifkan alam bawah sadar, sugesti, dan asosiasi.

Setelah itu dilanjutkan dengan permainan membuat dan menjawab Teka Teki Silang (TTS) yang dilakukan oleh lima kelompok, yaitu Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif (PASTI). Diakhir acara, Asep menyampaikan 40 peserta Tunas Integritas yang saat ini mengikuti pelatihan akan menjadi Trainer dan harus mengajak lima orang lagi sebagai calon Tunas Integritas.

“Ada lima I yang harus mampu diikuti apabila ingin menjadi trainer, yaitu Introduction, Imvolvement, Instruction, Interactions, dan Intensive,” ucap Asep.

Diakhir acara, panitia memberikan apresiasi kepada peserta yang paling banyak mengumpulkan poin, terdapat 7 orang yang mendapatkan penghargaan, selain itu panitia juga mengapresiasi Kelompok terbaik selama mengikuti kegiatan ToT, diantaranta ada kelompok professional, transparan, inovatif.

Kesan dari perwakilan peserta,

Herry wijaya, mengatakan bahwa dengan adanya ToT, peserta bisa menjadi pembawa pengaruh baik di lingkungan Itjen Kemenkumham, “kita berharap apa yang kita lakukan dapat menjadi virus yang baik, sehingga mampu menyebar ke masing-masing individu yg ada di lingkungan itjen kemenkumham, paling tidak dari diri kita sendiri,” harap Herry.

Kemudian dilanjutkan dengan Simbolisasi sebagai tanda berakhirnya ToT Tunas Integritas dengan pelepasan atribut, penyerahan sertifikat oleh Luluk Ratnaningtyas selaku Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Sesitjen), dan foto bersama.

Diakhir acara terdapat Sambutan dan penutupan dari Luluk, ia berharap melalui kegiatan ini dapat memotivasi dan menjadi wadah introspeksi diri kita sendiri. “Melalui kegiatan ini semoga dapat memotivasi dan bisa menjadi tempat introspeksi diri kita sendiri, sudah sejauh mana yang kita kerjakan, kontribusi kita untuk Itjen dan kemenkumham, karena setiap kegiatan ada anggaran, jangan hanya saja output tetapi outcome juga harus,” harap Luluk. Red/Photo: Humas.Itjen

Slide2

Slide3

Slide4

Slide5

Slide6