ALAT MUSIK ANGKLUNG DIMAINKAN OLEH PARA PEGAWAI KEMENKUMHAM SAAT UPACARA HUT RI KE-72

IMG 2363

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aidir Amin Daud menggunakan baju adat Sulawesi Selatan (Makasar), menghadiri upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72, yang bertemakan “INDONESIA KERJA BERSAMA”, Merdeka Jiwa Raga, Berkarya Untuk Indonesia, di Lapangan Upacara Kemenkumham, Kuningan-Jakarta Selatan, Kamis (17/08).

Upacara kali ini ada sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana pada hari ini, semua para pimpinan tinggi di jajaran Kemenkumham memakai baju Adat dari masing-masing daerah di Indonesia.

Tidak hanya pakaian adat yang ditonjolkan saat pelaksanaan upacara HUT RI ke-72, akan tetapi juga ditampilkan permainan alat musik angklung yang dimainkan oleh para pegawai.

Angklung merupakan alat musik multinasional (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat.

Alat musik ini dibuat dari bambu dan dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.

IMG 2232

"Oleh karena itu, kenapa kita memakai pakaian adat dan memainkan alat musik angklung, karena untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa betapa besarnya negara Indonesia ini dengan berbagai suku, adat dan budaya, jangan jadikan keberagaman kita menjadi terpecah belah" ucap Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly saat menjadi Inspektur Upacara.

Mari kita tumbuhkan “sense of belonging” terhadap Indonesia, menjaga kesaktian Pancasila, menjalankan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan merawat sinergitas dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, tambahnya.

Menkumham mengucapkan selamat kepada pegawai yang mendapatkan Satya Lencana dan pegawai berprestasi yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik serta kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mampu berintegrasi dengan masyarakat dan berbuat baik untuk bangsa dan negara, tandas Yasonna.

Presiden Soekarno pernah mengatakan dalam salah satu pidatonya, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit melawan bangsamu sendiri”, ujar Yasonna diakhir sambutannya.

Dirgahayu Indonesia, Tuhan Yang Maha Esa akan senantiasa menjagamu dan kami siap menjadi pelindungmu.

Jayalah Bangsaku.

Jayalah Negeriku.

Kemenkumham “PASTI” Nyata.

Red/Photo: Humas.itjen

IMG 2114

IMG 2226