SEMARAK LOMBA SEPEDA HIAS KEMENKUMHAM

IMG-20170819-WA0006

Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) turut serta berpartisipasi dalam acara Lomba Sepeda Hias yang diselenggarakan oleh Kemenkumham, bertempat di Lapangan Upacara Kemenkumham, Jakarta (19/08).

Lomba Sepeda Hias ini dilaksanakan dalam rangka Bulan Semarak Kemerdekaan RI ke-72 Tahun 2017, dimana lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas, menggambarkan kemerdekaan jiwa bagi kita semua dan memeriahkan Kemerdekaan RI yang diikuti oleh 350 peserta yang terdiri dari anak-anak dan dewasa dengan jarak tempuh kurang lebih 2 Km.

Lomba Sepeda Hias ini dibuka oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly yang didampingi oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Aidir Amin Daud, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bambang Rantam Sariwanto yang menjadi salah satu peserta, dan Pimpinan Tinggi Madya lainnya serta dihadiri oleh Pimpinan Tinggi Pratama dan Pegawai di lingkungan Kemenkumham.

Pada hari ini ada karya seni, merdeka untuk berkreasi sesuai dengan tema “Merdeka Jiwa Raga, Berkarya Untuk Indonesia” adalah keberanian berkreasi, ucap Yasonna.

Selanjutnya, dimensi kesehatan yaitu olahraga “Mens sana in corpore sano” dalam hidup yang sehat terdapat jiwa yang kuat, membangun bangsa itu harus sehat, jiwa juga harus kuat, tambahnya dengan semangat.

Para peserta sangat bahagia dan antusias mengikuti lomba sepeda hias ini, terlihat dari senyum peserta yang begitu ceria dan sepeda yang mereka kreasikan dengan begitu indahnya yang beragam suku, adat dan budaya dari Sabang sampai Merauke seperti salah satu peserta dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) yang menjadi juara I Lomba Sepeda Hias dengan begitu unik dan kreatif.

Tidak hanya peserta dari Ditjenpas, melainkan Sekretaris Jenderal yang menjadi Juara II Lomba Sepeda Hias dengan hiasan Burung Garuda dan memakai baju Gatotkaca. Dimana Gatotkaca adalah seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata yang memiliki kekuatan luar biasa antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap serta dikenal dengan julukan “otot kawat tulang besi”.

Jadikan pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, sadar kita bahwa negara kita sangat berbhineka beragam dari segi kultur, budaya kaya akan sumber daya alam, seni, kita jadikan alat kekuatan besar kita bkn sebagai pemecah kita. Red/Photo : Humas.itjen

20170819 073616

IMG-20170819-WA0026