MENKUMHAM : ASN KEMENKUMHAM HARUS MEMILIKI KECEPATAN, KETANGKASAN DAN KEKUATAN

IMG 4293

Jakarta, Kementerian Hukum dan HAM RI menggelar acara Hari Dharma Karyadhika (HDKD) Tahun 2017 di Aula Sekretariat Jenderal dan Pelataran Lapangan Kementerian Hukum dan HAM, Kamis (12/10).

Peresmian dan Pembukaan Kegiatan HDKD Kemenkumham ini berlangsung di Graha Pengayoman dengan mengusung tema “Kerja Bersama Kami PASTI Melayani”demi menunjang dalam pelayanan publik yang diberikan oleh Kementerian Hukum dan HAM kepada Masyarakat.

Acara HDKD 2017 dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM, Menteri PAN dan RB, Ketua Ombudsman RI, Kepala BNN, Kepala BNPT, Ketua Komnas HAM, Ketua LPSK, Gubernur DIY serta Pejabat tinggi Madya dan Pratama beserta Jajaran di lingkungan Kementeria/Lembaga/Pemprov dan Kementerian Hukum dan HAM unit utama. Pembukaan acara ini dilakukan oleh Bambang Rantam Sariwanto (Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM), dalam sambutannya Sekjen menyampaikan beberapa kegiatan sosial yang telah diberikan oleh Kemenkumham seperti santunan kepada anak yatim piatu dan sunatan massal di Wisma Pengayoman Cibulan, bantuan sosial kepada masyarakat di lingkungan daerah Ciawi Bogor.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 boot stand pameran yang terdiri dari 17 instansi pemerintah, 11 unit eselon utama Kementerian Hukum dan HAM, 2 organisasi profesi, 1 perguruan tinggi dan 3 perusahaan dan 1 boot untuk foto karikatur, lapor Bambang.

Dalam acara ini Kementerian Hukum dan HAM mendapatkan Penghargaan/ Reward dalam Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang diperoleh oleh Ditjen Imigrasi (Juara I), Ditjen AHU (Juara II) dan Ditjen Pemasyarakatan (Juara III).

Dalam penyampaian Menteri PAN dan RB Asman Abnur memberikan apresiasi kepada Kemenkumham karena selalu masuk dalam TOP 99 tahun 2014, TOP 25 tahun 2015, TOP 35 tahun 2016 dan tahun 2017 masuk TOP 40 dalam Pelayanan Publik kepada Masyarakat.

Dalam top 40 dari 3054 Pelayanan Publik yang dikompetisikan oleh MenPAN dan RB, Kemenkumham paling sering masuk dalam kompetesi dan Pelayanan Publik ini sudah menjadi tuntutan masyarakat kepada Instansi Pemerintah yang mempunyai Pelayanan Publik, ucap Asman.

Selanjutnya Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly menyampaikan mengenai Simbol Kuda dan Warna Merah serta Putih yang digunakan dalam acara HDKD ini mempunyai arti dan makna yang berarti dimana Kuda identik dengan simbol kecepatan, ketangkasan dan kekuatan. Dalam kehidupan kerajaan, kuda disimbolkan sebagai kesatria yang mempunyai martabat dan harga diri yang tinggi serta berwibawa, sedangkan backround Warna merah melambangkan energi, kekuatan, keberanian, dan perjuangan. Sedangkan warna putih melambangkan kedamaian, spiritualitas, dan persatuan, ujarnya.

Yasonna menyampaikan bahwasanya Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenkumham haru memiliki beberapa kriteria, yaitu :

1. ASN Kemenkumham harus memiliki Insan yang beriman serta bertaqwa Kepada Tuhan YME demi mencapai tujuan Bersama secara bekerjasama;

2. ASN Kemenkumham harus memiliki jiwa kstaria, bermartabat, berintegritas, mempunyai harga diri yang tinggi, mampu bekerja keras tekun dan pantang menyerah;

3. ASN Kemenkumham harus mempunyai loyalitas yang tinggi dan pengabdian kepada negara;

4. ASN Kemenkumham juga harus memiliki membawa Kemenkumham menjadi kementerian yang berkelas, berkinerja tinggi dan mampu menghadapi segala macam rintangan serta harus bias menciptakan inovasi-invasi yang baik.

Menkumham juga menegaskan kepada seluruh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM tidak ada lagi menggunakan peranan calo-calo dalam penerimaan CPNS di lingkungan Kemenkumham, karena sudah tidak jamannya lagi dan mengharapkan CPNS yang MURNI tanpa ada embel-embel duit dibelakangnya. Ujarnya.

Oleh karena itu Menkumham menyampaikan kepada MenPAN dan RB dan Kepala BKN dalam melahirkan sistem penerimaan CPNS di lingkungan Kemenkumham dilakukan secara jujur, transparansi dan tanpa adanya pungutan liar (pungli). Red/Photo : Humas.itjen

IMG 4563

IMG 4470

IMG 4449