“BEST REWARD” KEMENKUMHAM DI TAHUN 2017

IMG 8660 

 

Jakarta, Inspektur Jenderal (Aidir Amin Daud) bersama jajaran pejabat tinggi pratama di lingkungan Inspektorat Jenderal hadir dalam undangan kegiatan Refleksi Akhir tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM di Graha Pengayoman Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Rabu (20/12).

Kegiatan Refleksi ini dihadiri oleh Menteri PAN dan RB (Asman Abnur, SE, M.Si), Ketua Ombudsman RI (prof. Amzulian Rifai, S.H., LLM., PH.D) dan Wakil Menteri Keuangan (Mardiasmo), serta pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan unit pusat serta para Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan (Mardiasmo), bahwasanya realisasi yang telah dilaksanakan oleh Kemenkumham per 19 Desember baru 75,1% dari alokasi 11,2T, oleh dari itu Wamenkeu meningatkan kepada Pengguna Anggaran (PA) serta seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) agar diakhir penghujung tahun 2017 ini untuk segera menyelesaikan seluruh program kegiatan yang telah disusun.

Mardiasmo juga berharap Pelaksanaan anggaran di Kemenkumham pada tahun 2018 harus lebih laik lagi. Mengingat di tahun tersebut ada sejumlah agenda prioritas nasional yang harus dikerjakan oleh kementerian Hukum dan HAM.

Dalam paparannya, Menteri Yasonna menjelaskan bahwasanya Kemenkumham telah menghadapi berbagai persoalan dari awal tahun 2017 hingga di pengujung 2017 seperti penyelesaian peraturan perundang-undangan, pelarian narapidana, pelanggaran keimigrasian, penyaluran bantuan hukum, penataan kelembagaan, penganggaran dan persoalan sumber daya manusia menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan sepanjang tahun 2017,".

Sedangkan untuk kinerja Kemenkumham pada 2018, Menkumham menyebutkan ada beberapa agenda strategis nasional yang akan diselenggarakan seperti Asian Games, Pilkada 2018, dan persiapan Pilpres 2019. Jajaran di Kemenkumham diharapkan tetap fokus dan menjaga netralitas sebagai Aparatur Sipil Negara, ujar Yasonna.

Ketua Ombudmsan Amzulian Rifai menyampaikan berdasarkan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, ada sebanyak 35% kementerian yang berada di zona hijau, lalu 57% berada pada zona kuning, dan sisanya pada zona merah.

Dimana penyampaian dari Amzulian ini, bahwa ada 3 (tiga) kategori penilaian untuk kementerian atau Lembaga yaitu zona Merah berarti tingkat kepatuhan rendah, zona kuning tingkat kepatuhan sedang, dan zona hijau tingkat kepatuhan tinggi.

Artinya, Kementerian Hukum dan HAM di tahun 2017 ini masuk ke dalam kategori zona hijau. Dan penilaian Ombudsman RI, Kemenkumham meraih nilai 90,17. Sehingga Penilaian dari Omdusman sangat objektif. Karena dasar tolak ukur kami adalah pasal 15 UU nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan public.

Menteri PAN dan RB Asman Abnur dalam paparannya menyampaikan, bahwa setiap ASN yang bekerja di kementerian tidak lagi berkotak-kotak melakukan pendistribusian dalam penempatan tugas dinas. Melainkan harus  yang bersifat sebagai pelengkap nasional.

Diakhir penghujung kegiatan acara, Yasonna menyampaikan diseluruh tamu undangan yang hadir yaitu “Best Reward yang telah diraih oleh Kemenkumham sepanjang tahun 2017, yaitu :

1.Penghargaan dari Kemenkeu sebagai Terbaik Pertama dalam Kinerja Pengelolaan Anggaran Kategori Pagu Besar tingkat K/L Tahun Anggaran 2017.

2.Penghargaan Kementerian PAN dan RB atas Pelayanan Publik kategori waktu respon cepat tahun 2017.

3.Penghargaan Badan Kepegawaian Negara atas Pengelolaan Kepegawaian Terbaik Tingkat Kementerian Besar.

4.Penghargaan Kementerian Keuangan sebagai Nominator Terbaik Keyiga Pengelolaan PNPB Tahun

5.Penghargaan dari Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atas Top 40 Pelayanan Publik 2017 yaitu Sistem Teknologi E-Filling Renewal Trademark.

6.Predikat Kepatuhan Tinggi terhadap Standar Pelayanan Publik dari Ombudsman RI.

7.Apresiasi dari Kementerian PAN RB atas terbangunnya Sistem Aplikasi CPNS yang akuntabel, transparan, bebas dari KKN berbasis informasi.

8.Penghargaan dari Ikatan Akuntan Indonesia (Akuntan Award 2017) kepada Menkumham Yasonna Laoly atas dedikasi, prestasi, inovasi dan kontribusi dalam implementasi governance, transparansi dan akuntabilitas di Indonesia serta mengangkat citra akuntan di masyarakat. Red/Photo :Humas.itjen

 

IMG 8505

IMG 8589

IMG 8500