KEMENKUMHAM MEMPERINGATI HARI LAHIR PANCASILA

IMG 3745

Dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melaksanakan upacara di lingkungan Kemenkumham pada Jumat (1/6). Di tahun ini mengusung tema ‘Kitalah Pancasila, Bersatu, Berbagi, Berprestasi’, dikomandoi oleh Edi Subowo serta diikuti seluruh pejabat dan pegawai, diantaranya para Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, dll dengan penuh antusias yang bertempat di Lapangan Upacara Kemenkumham, Jakarta.

Widodo Ekatjahjana, selaku Dirjen Peraturan Perundang-undangan bertugas sebagai Inspektur Upacara pada hari ini, dalam amanatnya Widodo menyampaikan sedikit cerita sejarah lahirnya pancasila, dimulai dari sidang pertama kali yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 31 mei 1945 yang membahas dasar negara.

Widodo juga menyampaikan bahwa pancasila merupakan satu kesatuan sejarah sejak lahirnya pada tanggal 1 Juni 1945, yang menggantikan piagam Jakarta, kemudian diteruskan sebagai keputusan politik. Jadi sudah tidak ada lagi pancasila menurut soekarno, pancasila agustus, pancasila 18 Agustus, pancasila orde baru, dikarenakan pancasila merupakan satu kesatuan sejarah yg apabila dipelajari dengan sungguh-sungguh kita akan mengetahui bahwa para tokoh-tokoh tersebut sejak awal kelahirannya ikut mengawal rumusan-rumusan Pancasila sehingga ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945.

Selanjutnya, Widodo membacakan pidato Presiden Republik Indonesia, antara lain menyatakan bahwa Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia.

Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar Negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi dan berprestasi.

Sebagai bangsa yang majemuk yang terdiri atas 714 suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17.000 pulau, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhineka Tunggal Ika. Kita harus bersatu dalam upaya kita untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin.

Semangat berbagi antar anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama juga merupakan sebuah keharusan. Kita harus berbagi dengan memperkuat etos kepedulian, welas asih, dan saling menghargai dengan penuh empati. Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat etos peduli dan berbagi. Semangat gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa harus terus kita pupuk sebagai sumber energi besar Indonesia untuk menggapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita akan mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif. Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghambur-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan. Kita harus melakukan lompatan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan tangguh.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Marilah kita terus amalkan warisan mulia pada founding fathers ini untuk kemajuan bangsa, dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia.

Bukan hanya merayakan hari kemerdekaan, tetapi sudah semestinya hari nasional seperti peringatan hari lahir pancasila juga patut diapresiasi dengan penuh sukacita, walau diwujudkan hanya dalam pelaksanaan upacara. Maka diharapkan, para peserta upacara dapat mengikuti seluruh rangkaian upacara ini dengan penuh khidmat. Setelah menyampaikan pidato presiden, Widodo juga berpesan, “Jagalah pancasila, rawatlah serta tegakkanlah Pancasila diseluruh tanah air, karena hanya dengan itu kita akan menyelamatkan kelangsungan bangsa kita dan keselamatan serta kejayaan anak cucu kita.” pesannya. Red/Photo: Humas.Itjen

IMG 3682

IMG 3711