Pengaduan >> INSPEKTORAT JENDERAL P.O. BOX 3489

MENKUMHAM: SEBAGAI ASN BANGUN KEBHINEKAAN MENJADI KEKUATAN BANGSA

Slide1

Jakarta - Dalam rangka penguatan dan penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh pegawai, peserta pelatihan dan Taruna Taruni POLTEKIP dan POLTEKIM, BPSDM Hukum dan HAM mengadakan Kegiatan Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly yang dilaksanakan serentak menggunakan teleconference baik ditingkat pusat maupun wilayah yang diikuti 40.000 peserta dari Unit Utama Eselon I dan Kantor Wilayah Kemenkumham se- Indonesia.

Inspektur Jenderal, Jhoni Ginting bersama Sekretaris Jenderal, Bambang Rantam Sariwanto dan Direktur Jenderal Imigrasi, Ronny F. Sompie bersama Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Dr. Mardjoeki, Bc.IP, M.Si mendampingi kegiatan Kuliah Umum yang diisi oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly di BPSDM Hukum dan HAM, Cinere – Gandul, Senin (01/04).

Acara tersebut dibuka oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Dr. Mardjoeki, Bc.IP, M.Si. Beliau menyampaikan tujuan Kuliah Umum “Wawasan Berkebangsaan” adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan faktor-faktor dari perbedaan etnik maupun agama dengan tujuan meningkatkan persatuan dan kesatuan dan berusahan untuk terhindar dari disintegrasi bangsa, menumbuhkan kembali nilai moralitas, serta meningkatkan upaya konkrit dalam memelihara dan mengembangkan faktor-faktor yang dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Kemudian acara dilanjutkan oleh Yasonna H. Laoly, tantangan internal yang dihadapi dalam menegakkan Pancasila dan UUD 1945 adalah kultur hukum masyarakat, kesadaran aparat pelaksana dan penegak hukum yang belum memadai untuk mengimplementasikan nilai ideologis Pancasila, kultur dan etika politik dalam penyelenggaraan pemerintah negara belum memadai, melemahnya nilai-nilai kerukunan dan gotong-royong, kohesitas sosial dan sikap intoleran serta potensi berkembangnya regulasi dan kebijakan di daerah yang menggunakan paham-paham ‘agama’ yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar Pancasila & prinsip Bhinneka Tunggal Ika, yang menggerus nilai-nilai nasionalisme (prinsip persatuan & kesatuan bangsa).

“Selain tantangan internal, ada juga tantangan eksternal berupa masuknya paham radikalisme dan fundamentalis yang menggunakan atibut agama dalam kehidupan masyarakat, pengaruh globalisasi dan berkembangnya dampak negatif teknologi informasi dan pengaruh paham neo-liberalisme, kapitalisme dan bentuk-bentuk imperialisme ekonomi baru dari negara-negara asing” ucap Yasonna H. Laoly.

Untuk menghadapi tantangan internal dan eksternal dalam menegakkan Pancasila dan UUD NKRI Tahun 1945, sebagai generasi penerus bangsa harus bisa memahami dengan baik sejarah perjuangan bangsa dan sejarah Pancasila, mengaktualisasi prinsip nasionalisme, semangat cinta tanah air, menjaga dan merawat kebhinekaan atas dasar prinsip toleransi, saling menghargai dan menghormati perbedaan, mewaspadai pengaruh globalisasi yang bertentangan dengan Pancasila .

Diakhir acara, Menteri Hukum dan HAM menyampaikan pesan agar membangun dengan kesepakatan bersama menjadikan kebhinekaan atau pluralisme menjadi kekuatan bangsa dan sebagai ASN menjadi bagian perekat bangsa serta tidak mudah percaya dengan Hoax. Red/Photo: Humas.Itjen.Kemenkumham

Slide3

Slide2

Alamat

INSPEKTORAT JENDERAL

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA R.I.

Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi lt.16 (ex. Gd.Sentra Mulia),

Jl H.R. Rasuna Said No.Kav X-6, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

No Telp. (021) 525 3004

Situs Terkait

Mahkamah AgunG
Mahkamah konstitusi
ORI
PMPRB copy
PPATK
ukpppp

Aplikasi

lpse   sirup   lapor
         
simpeg   email   perpustakaan
         

Total Pengunjung

Hari ini 25

Kemarin 220

Mingguan 25

Bulanan 6874

Total Pengunjung 105145

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

© 2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi - Kemenkumham R.I.